19 Sekolah Rakyat Sudah Gelar MPLS di Gedung Permanen, Mensos: Puluhan Titik Lain Menyusul

Sebanyak 19 titik Sekolah Rakyat (SR) di berbagai wilayah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di gedung permanen baru. Meski belum selesai total, pihak Kementerian Sosial (Kemensos) optimis proses belajar tidak akan terganggu.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menjelaskan bahwa jumlah lokasi yang menyelenggarakan MPLS di gedung permanen akan terus bertambah seiring dengan rampungnya pembangunan fisik sekolah.
Salah satu wilayah yang tengah bersiap adalah Kota Pasuruan, yakni Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Pasuruan yang mencapai 95 persen.
"Per hari ini, sudah ada 19 MPLS yang bertempat di gedung permanen Sekolah Rakyat. Nanti akan ada tambahan 60 titik lagi di tanggal 31 Juli, termasuk di Kota Pasuruan ini. Titik lain menyusul," ujar Saifullah Yusuf saat meninjau kesiapan gedung permanen SR di Kota Pasuruan, Jumat (17/7/2026).
Gus Ipul menyebut, progres pembangunan gedung permanen di Kota Pasuruan saat ini telah mencapai lebih dari 95 persen dan dipastikan siap digunakan untuk menyambut para siswa baru pada akhir bulan Juli ini.
SR tidak hanya menyediakan ruang kelas konvensional, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas olahraga dan ruang publik. Di antaranya lapangan basket, lapangan sepak bola hingga lintasan lari (jogging track).
Penyediaan fasilitas olahraga ini diharapkan dapat menunjang pembentukan karakter, kesehatan fisik, serta memicu prestasi nonakademik siswa sejak masa pengenalan sekolah dimulai.
Namun, Gus Ipul mengakui bahwa proses transisi dari gedung sementara ke gedung permanen masih membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah.
"Gedung permanen sudah siap namun SDM operasional kami belum sepenuhnya lengkap. Kami butuh backup untuk tenaga keamanan, petugas kebersihan, tukang masak, hingga dukungan guru pembina selama masa MPLS berjalan," ungkapnya.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari lonjakan jumlah pendaftar tahun ini. Pada tahun ajaran baru 2026/2027, tercatat ada lebih dari 28.000 siswa baru yang mendaftar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Jika diakumulasikan dengan 15.000 siswa aktif sebelumnya, total peserta didik Sekolah Rakyat saat ini mencapai sekitar 45.000 anak.
Dengan tren positif ini, Gus Ipul mengatakan, pemerintah optimistis dapat memperluas daya tampung secara masif pada tahun ajaran berikutnya.
"Tahun depan, jika semuanya berjalan dengan lancar sesuai rencana, kita menargetkan bisa menambah kuota hingga menampung lebih dari 100.000 siswa," kata Gus Ipul.
Meskipun kuota jenjang SMP dan SMA telah melampaui batas daya tampung, sedangkan kuota pendaftaran untuk jenjang SD baru terisi sekitar 6.000 dari total alokasi 9.000 kuota secara nasional.
Namun, Gus Ipul menyebut, untuk siswa baru jenjang SD masih diperbolehkan mendaftar pada bulan Agustus hingga September, selama memenuhi kriteria yang ditetapkan.
"Karena Sekolah Rakyat menerapkan sistem penerimaan yang fleksibel dengan konsep multi-entry multi-exit", pungkasnya.
Sebelumnya: Kurir Ojol Diduga Bawa Kabur Pesanan Laptop Warga Jakpus, Polisi Selidiki
Selanjutnya: Kejagung Tegaskan Tak Ada Lagi Pengamanan TNI untuk Febrie Adriansyah
Artikel Terkait
- Daftar 15 Wali Kota, Bupati, dan Gubernur Hasil Pilkada 2024 yang Ditangkap KPK dari 2025-2026
- Polisi Bakar 22 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing Riau
- KPK Amankan Total 19 Orang dalam OTT Bupati Lombok Barat
- Bupati Lombok Barat Nobar Piala Dunia Dini Hari, Paginya Kantor Disegel KPK
- Survei AFTECH: Fintech Beralih Fokus ke Penguatan Fundamental Bisnis
- Buka LCC 4 Pilar MPR Papua Barat Daya, Anggota MPR Tekankan soal Persatuan
- Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Tarumajaya Bekasi, Pengedar Ditangkap
- Warga Minta JPO Tendean Cepat Dibangun Lagi, Sebut Zebra Cross Tak Cukup Aman
