Anggota DPR Usul Refocusing MBG: Prioritaskan Balita hingga SMP, Evaluasi Siswa SMA

Anggota Komisi IX DPR Yahya Zaini menyambut baik rencana Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan refocusing dan penataan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Yahya menilai, BGN sebaiknya memfokuskan penerima manfaat MBG untuk balita hingga anak SMP.
"Yang perlu mendapat perhatian asupan gizi secara serius yaitu balita, anak-anak PAUD, SD dan SMP. Karena mereka masih dalam masa pertumbuhan yang memerlukan asupan gizi yang tinggi," kata Yahya, saat dihubungi, Sabtu (18/7/2026).
Dia mengusulkan, BGN untuk mempertimbangkan agar siswa SMA tidak lagi mendapat MBG.
"Jika BGN ingin melakukan refocusing yang perlu dipertimbangkan untuk tidak dikasih mbg adalah siswa-siswa SMA karena masa pertumbuhannya sudah tidak terlalu terpengaruh dengan tambahan asupan gizi," ujar dia.
Ia juga menyambut baik mengenai rencana untuk membatasi penerima manfaat dari desil 8 sampai 10.
Namun, ia mengingatkan agar penerapannya harus hati-hati agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial.
"Jangan sampai menimbulkan kecemburuan jika terjadi dalam satu sekolah. Bagaimana mungkin dalam satu sekolah ada siswa yang menerima MBG dan ada siswa yang tidak menerima MBG," ucap dia.
Dia menilai kebijakan tak memberi MBG bagi anak sekolah di desil 8-10 tersebut hanya bisa diterapkan di sekolah swasta yang berasal dari kalangan mampu dan kaya.
"Sedangkan bagi sekolah-sekolah negeri yang siswanya bercampur antara yang miskin dan kaya sulit untuk diterapkan," ucap dia.
Oleh karenanya, ia meminta BGN untuk melakukan kajian secara mendalam dan komprehensif jika ingin menerapkan kebijakan tersebut.
"Jangan sampai menimbulkan masalah psikologis bagi siswa di sekolah, khususnya di sekolah-sekolah negeri," ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto meminta BGN melakukan kajian menyeluruh terkait program MBG.
Salah satunya mengkaji ulang penerima manfaat di desil 8, 9, 10 atau kalangan kaya, tidak lagi menerima MBG.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengungkap, Prabowo juga menginstruksikan agar MBG diberikan ke penerima manfaat di desil bawah.
"Tapi betul dia bilang bahwa yang perlu diefisienkan, yang tidak harus menerima lagi program MBG ya silakan tidak usah menerima lagi. Tetapi mereka yang berada di desil yang di bawah, di daerah yang tertinggal, di daerah yang memang prevalensi stunting-nya tinggi dan sebagainya, silakan diberikan," ungkap Agustina, di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (15/7/2026) lalu.
Sebelumnya: [KLARIFIKASI] Konten AI, Suporter Norwegia Lakukan "Viking Row" di Conveyor Bandara
Selanjutnya: Sadisnya Rahmat Dimas Rampok dan Bunuh Ojol Tidur di Tangerang
Artikel Terkait
- Polri Resmi Serahkan Barbuk dan Tersangka Kasus Eks Jampidsus ke Kejagung
- Penarikan Manfaat JHT BPJS Ketenagakeraan Bisa Kena Pajak Progresif, Simak Aturannya
- Ngeri Kebakaran Maut di Bar di Bangkok hingga Muncul Semburan Api
- Gempa M 6,1 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe Sulut
- Sidang Rivel Sila yang Menyeret Piche Kota, Kuasa Hukum Singgung Dugaan Intimidasi dan Permintaan Uang Rp 1 M
- Prakiraan BMKG: 15 Provinsi Dilanda Hujan Lebat Besok 19 Juli 2026
- Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Telur Cokelat dan Telur Putih
- DPRD Jabar Tolak Wacana SPP di Sekolah Negeri, Pendidikan Gratis 12 Tahun Harus Dijamin Negara
