Mentan Lapor ke Prabowo Petani Sudah Tak Menjerit Lagi Usai Impor Tetes Tebu Dihentikan

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melapor ke Presiden Prabowo Subianto bahwa kini petani sudah lagi tidak menjerit sejak ada aturan yang melarang impor molase atau tetes tebu.
Momen ini disampaikan Mentan saat mendampingi Prabowo mengecek hasil olahan panen raya serentak bersama TNI di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Di kesempatan ini, Prabowo meninjau stan-stan terkait alat serta produk olahan pertanian, termasuk molase.
"Ini bisa dipakai," tanya Prabowo ke Amran, sambil menunjuk molase dalam botol.
"Bisa, Bapak Presiden," kata Amran.
Amran kemudian menjelaskan bahwa harga molase sempat turun karena masuknya produk impor molase dari luar negeri.
Namun, setelah Prabowo memerintahkan penghentian impor dengan menerbitkan instruksi presiden (inpres), harga molase kembali stabil.
"Kemarin itu ada impor masuk, Bapak Presiden perintahkan saya setop. Hari itu setop, langsung naik. Itulah petani kemarin menjerit, sekarang enggak lagi karena ada inpres," ujar Amran.
Dalam kesempatan ini, Amran juga mengatakan, kebutuhan terkait pertanian tebu adalah meningkatkan produktivitas.
Dia mencontohkan negara India dan Brasil yang mampu menghasilkan ratusan ton tebu.
"Kita naikkan yang 60 ton ini menjadi 100 ton. India sudah bisa 120 ton, 130 ton. Brasil juga demikian. Ini, dua ini ditingkatkan tetapi harus teknologi tinggi. Nanti kami tunjukkan di luar, Bapak Presiden," ujar Amran.
Selain meninjau stan-stan hasil olahan dan produk panen, Prabowo juga meninjau area luar yang mana ada alat berat serta para petani yang memanen tebu.
Kepala Negara bahkan menyapa dan menyalam sejumlah petani yang ada di lokasi secara bergantian.
Sesekali, Prabowo mengajak bicara beberapa petani.
Prabowo juga tampak berbincang intens dengan para menterinya di antaranya Mentan Amran dan Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan
Sebelumnya: Di Lanud Malang, Prabowo Resmikan Panen Raya Serentak 43 Titik Se-Indonesia
Selanjutnya: Polres Bogor Bongkar 74 Kasus Narkoba, Sita 3 Kg Sabu hingga 1.193 Pil Ekstasi
Artikel Terkait
- Pedagang: Banyak Warga Medan Hanya Mampu Beli Beras SPHP Eceran
- Habiburokhman Jelaskan Perlu Pengawas Khusus Penerapan RUU Perampasan Aset
- Mantan Lurah Tambak Wedi Surabaya Laporkan Jual Beli Stan SWK ke Polisi
- PKB Imbau Warga NU Pilih Ketum yang Mengayomi, Bukan Mengumbar Konflik
- Jangan Taruh HP Sembarangan di Tempat Ini agar Tak Cepat Rusak
- Koperasi Bisa Kelola Tambang, Dinas ESDM Jatim Sebut Perizinan Tetap di Pusat
- 5.000 Batang Ganja di Temukan di Yahukimo Papua, Pelaku Diburu
- PWI Pusat Sesalkan Ucapan Hotman 'Lu Punya Otak Nggak?', Desak Minta Maaf
